4 December 2021

Aku Sering Di Bully

 


Cacian manusia bukanlah tanda kebencian Tuhan. Bahkan, itulah tanda cinta-Nya yang bertahan. Allah hendak pahatkan di hatimu berlian kemuliaan.


Bully menjadi istilah terkenal semenjak kehadiran media sosial. Bullying adalah penggunaan kekesan, ancaman, atau paksaaan untuk menyalahgunakan atau mengitimidasi orang lain (secara agresif). Bullying bak gojlokan yang sangat tendesius, membuat orang yang di-bully tersudut dan kehilangan harga diri.


Apabila kita termasuk oranh yang kerap di-bully,tak usah terlalu memendam ejekan, hinaan dan cercaan orang lain di dalam hati, karena itu justru akan membuat kita hancur. Ingatlah bahwa kehancuran itu terjadi bukan karena perilaku bullying. Sikap kita menerima citra negatif yang diberikan orang lain itulah penyebabnya. Kita membiarkan apai menyulut rumah hati kita.


Bullying tidak mempengaruhi kualitas diri kita. Bahkan, jika kita bersikap tegar, sabar dan mencari hikmah di balik perilaku orang yang suka mem-bully tersebut, kita akan semakin dewasa dalam menjalani kehidupan. 


Tak sedikit ornag yang di-bully ternyata menunjukkan karya yang hebat. Begitulah Allah menunjukkan keajaiban-keajaibanNya. Sadarkah kita bahwa ketika meremehkan ciptaan-Nya, sejatinya kita sedang meremehkan-Nya


Perkara yang dibully biasanya adalah sesuatu yang menonjol sebagai kekurangan kita. Sesungguhnya setiap manusia telah dianugerahi keunikan oleh Allah Kita tak perlu fokus pada kekurangan kita, tetapi temukan kelebihan kita yang masih tersembunyi.


Allah menjadikan setiap manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini. Tidaklah manusia diangkat sebagai khalifah, kecuali sebelumnya Allah telah menganugerahkan kelebihan dan keunikan padanya. Lantas, apa sikap terbaik agar bullying tidak menggerogoti potensi, tetapi membuat kita menggapai lompatan prestasi?


Pertama, ketahuhilah bahwa doa orang yang dizalimi sangat mustajab. Ketika di-bully, jangan mendoakan keburukan orang yang mem-bully kita. Berdoalah kepada Allah agar Dia menunjukkan potensi besar kita supada pem-bully sadar bahwa kita tidaklah pantas diperlakukan buruk


Jangan menaruh dendam kepada mereka. Hiasai hari-hari kita dengan doa untuk prasangka mereka tentang kita. Jangan berhenti mendoakan mereka karena mereka sejatinya menunjukkan kepedulian kepada kita dengan cara berbeda.


Kedua, jadikan bullying sebagai pendorong kita untuk menginspirasi. Apabila anak seorang pengusaha menjadi pengusaha itu sudah biasa dan wajar. Namun, apabila seorang anak buruh tani menjadi presiden, kita merasakan kekaguman tersendiri.Itu karena publik telah mempersepsikan anak seorang buruh petani sebagai "sebuah kekurangan". Dan karena mampu mengubah kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan, kekaguman dan inspirasi pun terjadi. Persembahkanlah hal terbaik apabila kita diperlakukan kurang baik. Kita akan mendapatkan nutrisi ruhani yang sangat berlimpah


Ketiga, janganlah mem-bully karena rasa sakitnya luar biasa. Jangan membalas keburukan dengan keburukan. JIka tidak ingin dicacari, janganlah mencaci. Jika tidak ingin diejek, janganlah mengejek. Kembangkan sikap tepa selira, merasakan apa yang dirasakan ornag lain. Ketika telah terlatih meradar perasaaan orang lain, kita akan selalu berhati-hati mengucapkan kata-kata. 


Ketika kita menebar kebaikan, kebaikan pula yang akan kita tuai. Karenanya, tebarkan sesuatu yang menginspirasi dan memotivasi orang lain.



Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 comments:

Post a Comment

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com