Berjiwa Lautan
Ada seseorang yang sangat dibenci oleh tetangganya, tetapi dia tidak pernah menaruh kebencian sedikit pun. Malah dia sangat kasihan pada tetangga yang membencinya. Bukankah kebencian hanya menurukan derita ke dalam batin?
Betapa menderitanya tetangga itu, tatkala dia selalu memendam kebencian di hatinya. Dia selalu berdoa, semoga Allah melenyapkan kebencian yang terpahat di hati tetangganya tersebut. Berkat doa yang disenandungkan itu , tetangga yang sangat benci padanya, kemudian berubah menjadi orang yang sangat baik pada orang tersebut.
Sosok ini lekat dengan jiwa samudera. Dia sangat rendah hati. Juga selalu berusaha bersedekah doa pada tetangga dalam kondisi sunyi. Dia membalas keburukan dengan kebaikan. Dia sendiri tak merasa disakiti. Bukankah hanya orang sombong yang gampang sakit hatinya tatkala dilecehkan dan dibenci orang lain?
Bagaimana menghayati jiwa lautan. Oleh karena memiliki jiwa lautan, maka seluruh air bermuara ke lautan, juga setiap apa yang masuk ke lautan akan diolah menjadi bermanfaat. Bahkan bangkai yang najis ketika msuk ke lautan tak akan membuat lautan menjadi najis, dimakan oleh ikan-ikan yang bertebaran di lautan, bangkai kemudia menjadi halal.
Pertama,jiwa lautan adalah "merendah". Siapa pun anda sangat menyukai orang rendah hati.
Lautan bisa menampung air yang melimpah karena sangat rendah. Pun demikian, jika anda ingin menampung rahmat Allah yang terbatas, rendahkan hati adna di hadapan Allah. Bayangkanlah diri anda sebagai sosok yang paling hina di hadapan Allah.
Tancapkan rasa, bahwa anda akan selalu memiliki dosa yang perlu di taubati. Banyak kesalahan yang perlu diperbaiki. Banyak noktah hitam yang perlu dibersihkan. Banyak najis yang perlu disucikan.
Tatkala anda merasa banyak dosa, sembari merasakan kehinaan, anda akan selalu meminta pertolongan Allah untuk membersihkan berbagai kesalahan dan dosa yang lekat pada anda. Ketika anda merasa berdosa dan bertobat terus menerus pada Allah, alih-alih anda semakin hina, malah derajat derajat anda akan diangkat Allah sebagai kekasihNya.
Bagi anda yang selalu tawadhu akan diguyuri rahmat Allah yang tak bertepi. Adakah kesedihan bilamana orang dilimpahi rahmat Allah?
Adakah kegalauan bagi orang yang telah dihiasi kasih Allah? Dia akan selalu menemukan rajutan-rajutan kebahagiaan dalam hidupnya.
Pakaian yang indah bagi orang beriman adlah rendah diri di hadapan Allah dan rendah hati di hadapan sesama. Siapa yang merasa dirinya hina, Allah akan memuliakannya.
Siapa yang merasa mulia, Allah akan menghinakannya di mata manusia. Memang begitu, kalau anda ingin menemui Yang Maha Mulia, anda harus merasa hina di hadapanNya.
Jika anda hendak menemui Yang Maha Tahu, anda harus merasa bodoh di hadapanNya. Jika anda hendak menemui Yang Suci, anda harus merasa kotor dan najis di hadapanNya. Karena pada saat anda hadir di hadapanNya bukan sebagai khalifah, tetapi sebagai seorang hamba yang penuh dengan kelemahan.
Kedua, sangat lapang. Begitu lapang dan luasnya lautan, maka lemparan kerikit tak mempengaruhi sedikit pun pada gerakan lautan.
Beda halnya kalau anda melempar kerikil di kolam, seluruh air di kolam bergerak. Lautan tak pernah berpikir mendapatkan, sehingga tak pernah disakiti. Dia selalu ingin memberi dan memberi. Tanda diri ini telah dilaburi jiwa lautan, anda selalu lapang berbagi dengan oran lain. Dermawan menjadi sifat khas orang yang lapang. Dia tidak pernah tega melihat orang lain dalam kesulitan, sementara dirinya mampu membantu. Merasa sedihh, jika mendapati dirinya tak bisa membantu orang lain keluar dari masalahnya.
Yang ada di alam pikirannya hanyalah memberi dan membahagiakan orang lain.
Tanda orang yang lapang hatinya akan selalu berpikir melapangkan oran lain. Kalau ada orang yang selalu ingin mempersulit dan mempersempit orang lain menandai dia sendiri terjerat dalam kesulitan dan kesempitan jiwa. Walau
orang yang terlah dilimpahi kelapangan secara materi, tapi hatinya sempit, alih-alih dia bisa berbagi dengan orang lain, justru akan semakin bakhil pada orang lain. Dia telah jatuh cinta pada harta dunia. Karena terlalu cinta, dia tak ingin melepaskan, ingin selalu berada dalan pelukannya. Adapun orang yang lapang (dermawan) dia menyadari bahwa dunia akan hilang dan lenyap. Dia sadar bahwa yang di tangan tak abadi, malah apa yang dilepaskan di jalan Allah menjadi abadi
Ketiga, mutiara. Kotoran najis yang mengunjungi lautan akan di proses menjadi suci dan bersih. Bahkan tak jarang sampah akan diproses menjadi mutiara.
Jika hati anda seperti lautan, anda tak akan pernah tertusuk oleh cacian, tak merasa tertimpuk oleh perkataan kotor dan tak terjatuh oleh fitnah yang menyebar. Malah seluruh kotoran tadi akan didaur ulang menjadi mutiara hikmah yang berguna bagi kehidupan.
0 comments:
Post a Comment