Kenapa, Aku Sering Ditolak?
Ada sosok pemuda yang langganan ditolak. Di sekolah, dia mendapati ada perempuan yang sangat cantik, dia tahu bahwa perempuan itu berasal dari kalangan terpandang, sementara dia sendiri dimasukkan kalangan pinggiran, lebih tepatnya disebut inlander (kelompok terjajah).
Namanya juga kelompok terjajah, selalu dipandang lebih rendah daripada yang menjajah.
Kendati demikian, dia menerobos persepsi umum tersebut. Dia beranikan diri mendatangi ayah dari gadis yang ditaksir itu,"saya tertarik dengan putri bapak, saya hendak melamar putri bapak. Apakah bapak bersedia menerima saya?"ucapannya dengan wajah penuh kharisma tapi sopan."Ah, siapa kau bakal melamar anak saya. Kau ini inlander. Sama sekali tak pantas buat putri saya, keluar dari rumah ini,"kata ayah si cewek itu.
Alih-alih mendapat penerimaan sang ayah, dia malah diusir dari rumah dengan cara yang sangat memalukan. Sebagai kesatria, tentu saja hatinya seperti dipukul palu godam. Walau demikian, penolakan tersebut tak membuat dia letih, bahkan makin bergelora semangat meningkatkan kualitas dirinya.
Penolakan itu membuat dia menjadi sosok yang tegar, yang kemudian sosok ini jadi pejuang dan penggagas kemerdekaan Indonesia. Dialah Soekarno yang pernah ditolak lamarannya dari ayah putri berkebangsaan Belanda.
Kebanyakan orang alergi dengan penolakan, dan senang dengan penerimaan.
Kalau ditolak, rasa sakit seperti menghujam dada. Kalau hanya menawarkan barang, lantas ditolak, mungkin tak terlalu terkenang dengan di hati, sebab barang yang ditolak tak identik dengan kualitas dan harga diri. Namun, kalau yang ditolak diri kita, sakitnya tuh disini, yang ditolak bukan apa yang lekat pada diti, tapi diri yang berbalut.
Bahagia yang berakar pada penilaian dan penerimaan orang sangat mudah membuat orang resah, kecewa dan galau dalam hidupnya.
Siapa yang berkiblat pada penilaian manusia, termasuk penolakan, telah mengizinkan dirinya sebagai sosok rapuh yang bakal mudah lelah, dan runtuh dalam menjalani kehidupan.
Bagi siapa yang tak pedui apa kata orang, yang penting memperoleh penerimaan dari Allah dan Rasul-Nya, sungguh kebahagiaan akan selalu mengaliri jiwanya. Itulah sosok yang kukuh. Penolakan makhluk, telah mengantarnya menyerap energi kekuatan dari Allah Swt.Sehingga dengan penolakan, seolah Allah telah mempersiapkan dia jadi orang yang hebat dan agung.
Ingatlah, kalau ditolak manusia, dan kau sabar dengan penolakan itu, maka kau akan diangkat menuju derajat yang lebih tinggi.
Tahukah kau, siapa yang menolakmu dan meremehkanmu, tak ada yang diremehkan kecuali Allah Swt. Bukankah kau ciptaan Allah? Tentu saja, saat itu jadi momen Allah akan beri lebih baik padamu.
Yakinlah. Apa pun yang lepas dari darimu dan kau respon dengan sabar bahkan ridha, justru menandakan kau akan meraih yang lebih darik di esok hari. Setelah mengenali ini, coba kita menjajaki apa pelajaran yang bisa diperoleh dari penolakan?
0 comments:
Post a Comment