4 December 2021

Maafkanlah, Kau Bahagia

 


Memberi apa yang tergenggam di tangan, sudah biasa. Bahkan banyak orang berbondong dan berlomba untuk bisa berbagi. Hanya, kalau memberi apa yang tertampung di hati, itu baru luar biasa. 


Memberi uang sudah biasa, apa lagi bagi orang kaya raya. Tapi, memberi maaf pada orang yang menghujamkan sembilu ke ulu hati, sebuah perilaku terpuji yang yang sulit dicari.


Kisah pebisnis kena tipu, dan ada bayang kebangkrutan. Bukan hanya aset miliknya yang habis, bahkan invesati dari koleganya terancam tak kembali. Dia melakoni bisnis batu bara , yang diyakini sangat prospek. Tapi, saat berada di perjalanan untuk dikirim ke koleganya di China, batu bara tertahan di laut. 


Seperti ada perompak yang akan menjarahnya. Memang bisnis ini dikepung oleh jaringan prema. Dia tak berkutik. Dia menganggap ada partner telah melakukan pengkhianatan. Dia sangat marah dengan kejadian ini. Stret. Bahkan sangat terpukul. Seakan jalan tentang meraih solusi sudah tidak ada. Pikirannya habis memikiran hal tersebut, kemarahannya memuncak hingga ke ubun-ubun.


Dia pun mendatangi seorang kiai, sembari membawa tanya apa solusi untuk mengembalikan barang tersebut. Setelah mengutarakan pelbagai hal terkait dengan masalah yang dihadapi, sang kiai berujar,"maafkan orang yang telah menipumu. Dan Ridhalah!"kalimat-kalimat meneduhkan ini belum bisa menyurutkan emosi yang meledak dan menyulut si penguasaha ini."Apa kiai, saya memaafkan mereka?"selorohnya dengan wajah keheranan.


"Ya maafkan, dan ridho dengan kejadian ini. Yakinlah Allah akan selalu memberikan jalan keluar,"tukas sanf kiai.


Sepertinya tak mudah memaafkan orang yang menipu, tetapi kalimat kiai selalu terngiang dan memenuhi pikirannya. Setekag merenung sangat lama, dia pun sujud. Tak ayal, pencerahan luar biasa seperti bersemburat dari hatinya. Dia pun mengutarakan isi hatinya pada sang kia via telepon,"Ya kiai, saya maafkan dengan tulus orang yang bersalah pada saya. Dan saya ridha pada ketetapan Allah ini."


"Bagus!üjar kiai.


Setelah memaafkan dengan bulat dan tulus orang yang dianggap menipunya, malah terbuka jalan keluar tak terduga. Sangat ajaib. Seperti ada tentara yang yang digerakkan untuk menyelamatkan batu baranya yang masih tertahan di laut itu. Ada sekelompok orang yang sangat berwibawa berkenan mengulurkan bantuan tanpa di bayar apa-apa. Mendapatkan kabar tersebut, dia sangat bahagia. Akhir kisah, batu bara itu sampai ke tujuan pengiriman.


Kisah ini melukiskan betapa lempengnya jalan orang-orang yang hendak memaafkan orang lain. Tak berkenan memaafkan orang lain, berarti kita telah bikin penghambat dan penghalang kesuksesan buat diri sendiri. Bagaimana mungkin hati yang sempit, bisa mendapatkan rahmat Allah. 


Tahukah kau rahmat Allah sangat luas, maka tadahlah rahmat Allah dengan hati yang juga luas pula. 


Hati yang luas ditandai dengan gampang memaafkan orang yang pernah bersalah dan mengalirkan kesan buruk. Hati sudah begitu lapang, memantulkan kelapangan di luar. Karena yang diluar sejatinya tak pernah terpisah di dalam, seperti tak bisa berpisahnya antar akar dan pohon yang berjuntai buah.


Kau memberikan uang pada orang yang kau cintai, sudah biasa. Tapi, memberi maaf pada orang yang pernah menyakiti anda, butuh perjuangan batin. Aoa-apa yang membekaskan sakit di hati dipandang telah melukai harga diri. Krena kita memandang diri sangat berharga, bahkan lebih penting dari harta, karena harta melekat pada diri ini. Ketika orang bisa memaafkan orang lain, dia telah melakukan yang besar.


Siapa yang berani memaafkan orang lain, dia telah berbuat yang agung. Dia layak meraih pahal yang agung dari Allah. Pahala tanpa batas. Allah sampaikan kabar gembira ini.


Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."(QS.Asy-Syura Ayat 40)


Ketika ada orang yang mencaci0maki anda, anggaplah itu sebagai peluang dan ladang pahala bagi anda.Boleh jadi shalat, puasa zakat, serta ibadah anda yang lain tak bisa mendongkrak dan meroketkan derajat anda di hadapan Allah, maka Allah menghadiahkan ujian berupa pencaci, pengganggu, dan pemfitnah? Jika kau mengerti peluang ini , kau akan makin meneguhkan kesabaran, bahkan melapangkan hati ini untuk memaafkan orang berbuat salah.


Nanti di hari kiamat, Allah memberikan panggilan khusus,"Berdirilah! Siapa hamba-hamba-Ku yang memperoleh pahala langsung dari-Ku?"Tak ada yang beringsut dari tempat duduknya. Kecuali hanya satu orang saja. Hamba yang berdiri dan maju di hadapan-Nya, setelah ditelusuri adalah orang yang mudah sekali memaafkan orang lain yang pernah berbuat salah padanya.


Mulai sekarang, maafkan orang yang pernah mewariskan sakit di hati, insya Allah kebahagiaan dan kemuliaan anda makin menaik. Insya Allah.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 comments:

Post a Comment

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com