Memaafkan Diri Sendiri
Allah Maha Pemaaf dan sangat mudah memaafkan hamba yang melakukan kesalahan yang dia sesali. Berkali-kali kau lakukan kesalahan, dan berkali-kali pula kau minta maaf, Allah pun selalu bersedia memaafkan anda.
Dia tak pernah bosan memaafkan anda, kecuali anda bosa bertobat pada-Nya.
Orang yang berhati luas pun seperti itu, meniru sifat Allah. Dia mudah sekalu memaafkan kesalahan orang lain, dan ketika sudah memaafkan, hilang dari kenangan yang menyakitkan, bahkan di daur ulang jadi pelajaran yang paling indah dalam hidupnya. Dia menyulap batu yang terlontar padanya sebagai permata yang sangat indah.
Dia menyulam segala keruwetan hidup yang orang hidangkan di hadapannya menjadi bahan yang sangat apik. Intinya, siapa yang hatinya luas, mudah sekali memaafkan orang lain.
Berbeda dengan hati sempit. Dia tak hanya sulit memaafkan orang lain, bahkan sulit memaafkan dirinya sendiri. Orang seperti ini tak akan pernah beranjak dari kegelapan, tak bisa lintasi ruang sempit ke ruang lapang. Dia tak bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Tak bisa memeluk dirinya sendiri.
Ketika orang belum bisa berdamai dengan diri, mungkinkah dia bisa menenun damai dengan sesama? Perluaskan ruang hati untuk bisa menerima kesalahansebagai pelajaran agar tak terulang di hari esok.
Tak sedikit, orang yang tiba-tiba meroket jadi luar biasa setelah menyadari ada kesalahan yang tercecer di belakang, dan dia menghapus dengan mengakui sebagai kesalahan. Dan, kemudian bertekad untuk tak mengulangi lagi. Dia yang semula jadi tukang bunuh, pencuri dan semacamnya tiba-tiba bertobat dan jadi orang saleh. Seorang yang dikenal sebagai pengedar narkoba kelas kakap dan dijatuhi hukuman mati, saat kematian sudah di depan mata, dia pun bertobat pada Allah dengan sungguh-sungguh bertobat, dia tekuni ibadah pada Allah.
Dengan bertobat yang sungguh-sungguh, Allah menghapus memori gelap masa lalu dan menggantikan dengan kebaikan.
Jika Allah Maha Pengampun pada hamba-Nya, mengapa kau sering menghukum dirimu sendiri melampaui batas. Bahkan, kau disergap rasa putus asa terhadap rahmat Allah yang Maha Luas dan Maha Melimpah. Kau persepsi, dosamu lebih besar daripada rahmat dan pengampunanNya. Sungguh itulah kesombongan yang sebenarnya.
Kau harus mengakui kesalahan kesalahan, tapi jangan biarkan kesalahan sebagai kuburan yang bikin kita terinjak derita terus-menerus. Memaafkan dirimu dan berikan kesempatan pada diri Anda ini untuk bisa membenahi diri agar di hari depan Anda bisa menorehkan karya dan kontribusi yang lebih baik.
Bahkan bisa jadi kesalahan yang anda lakukan sebagai titik balik anda untuk bisa menempuh jalan yang dicita-citakan setiap manusia. Kesalahan serupa dengan tikungan yang Allah ciptakan agar anda menuju ke tempat tujuan. Banyak orang bisa mengenali sebuah tempat,setelah dia tersessat di jalan dan dari situ dia bisa menambang pengalaman yang mengayakan jiwa
Kau bisa sesali kesalahan, tapi jangan jadikan dia penjara yang bikin anda terus tersiksa dan tidak bisa bangkit untuk melakukan kebaikan. Tak ada jawaban yang tepat bagi orang yang telah mengakui kesalahan yang ia lakukan kecuali menghapus kesalahan dengan perbuatan baik yang sudah diawali dengan taubat.
0 comments:
Post a Comment